Kasus Gaza dan Mahkamah Pidana Internasional


Antusias sekali saya melihat perkembangan yang ada dimana Richard Goldstone, seorang Jaksa Internasional dan juga Ketua Tim Investigasi Dewan HAM PBB pada tanggal 9 September lalu mengeluarkan sebuah laporan setebal 547 halaman berkenaan dengan ‘Tragedi Tahun Baru 2009’ di Gaza…

Masih segar dalam ingatan saya ketika hampir seluruh populasi bumi ini pada tanggal 31 Desember 2008 merayakan dengan euphoria tinggi suatu malam pergantian tahun ternyata di belahan timur bumi, tepatnya di Jalur Gaza, sedang terjadi suatu tragedi kemanusiaan yang amat memilukan antara milisi Palestina Hamas, rakyat sipil Paletina dan tentara Israel. Tragedi ini berlangsung selama 22 hari dan dimulai sejak tanggal 27 Desember 2008 dan telah menewaskan sekitar 1500 warga Palestina dan HANYA menewaskan 10 tentara Israel dan 3 warga negara Israel…Yap! Benar…HANYA 13 orang dari pihak Israel, sehingga rationya menjadi 1500:13 antara Palestina dan Israel…Oleh karena itu saya mencoba untuk melihat tragedi kemanusiaan tersebut dalam 3 hal: 1.Mengapa bisa demikian?, 2.Aspek Hukum Humaniter dan Hukum HAM, dan yang terakhir adalah 3. Mahkamah Pidana Internasional….

1. Mengapa bisa demikian?

a. Dari laporan yang saya baca pada saat itu, pihak Israel secara keji menggunakan bom fosfor putih dimana ketika bom itu meledak maka fosfor putih yang mematikan akan tumpah dan mengenai penduduk sipil yang akhirnya memakan korban dalam jumlah besar.. Sekilas mirip sekali dengan bom Napalm yang dijatuhkan Amerika dari pesawat B-52 dalam perang di Kamboja dan Vietnam beberapa decade yang lalu..

b. Dalam laporan yang sama, saya membaca bahwa banyak sekali warga yang berlindung pada rumah sipil dan bangunan/tenda kemanusiaan PBB (zona netral) tetapi tidak dihiraukan oleh tentara Israel. Peluru, bom, gas air mata dan beracun tetap diarahkan ke rumah sipil dan bangunan PBB yang merupakan zona netral tersebut.

c. Artileri persenjataan Israel yang modern dan ganas berbanding terbalik dengan persenjataan misi Hamas yang berupa batu, granat, bom Molotov, pisau, rudal tangan..

Masih banyak lagi tindakan terkutuk tentara Israel yang tidak akan saya perinci satu persatu disini. Namun, 3 ilustrasi diatas sekiranya cukup jelas untuk menggambarkan mengapa terjadi begitu besar gap ratio kematian antara Palestina dan Israel..Dan yang menyedihkan pada saat itu adalah..PBB tidak berbuat apa apa..

2. Hukum Humaniter dan Hukum HAM

a. Hukum Humaniter, dikenal juga dengan nama Hukum Perang ataupun Hukum Sengketa bersenjata. Dan yang paling penting adalah…Hukum Humaniter mengenal 3 prinsip utama dalam kaidah peperangan, yaitu: prinsip kepentingan militer (military necessity), prinsip kemanusiaan (humanity), dan prinsip kesatriaan (chivalry).

– Prinsip kepentingan militer pun terbagi dalam 2 prinsip utama yaitu: prinsip pembatasan (limitation principle) yang melarang penggunaan racun, dan bentuk lainnya yang dapat mengakibatkan “unnecessary suffering” dan “superfluous injury” dalam peperangan, dan juga prinsip proporsionalitas (proportionality principle) yang mengatur bahwa kerusakan yang diderita oleh penduduk sipil harus proporsional dalam artian bahwa kerusakan tersebut tidaklah berlebihan dengan “tujuan dan keuntungan perang yang ingin dicapai”.

– Prinsip Kemanusiaan dalam hukum humaniter mengatur hal hal dalam perang yang tidak mengindahkan nilai nilai kemanusiaan seperti larangan menggunakan peluru yang ‘dikikir’ ujungnya karena peluru yang dikikir dapat mengakibatkan efek pecahan dan sobekan dalam tubuh yang memiliki dampak lebih fatal dibandingkan peluru biasa.

– Prinsip Kesatriaan dalam hukum humaniter pada intinya adalah tentang kejujuran dalam suatu peperangan.Apa maksudnya? Untuk memahami ini perlu melihat Konvensi Den Haag III 1907 mengenai permulaan perang (commencement of hostilities). Berdasarkan Pasal 1 Konvensi III ini, dikatakan bahwa suatu peperangan tidak akan dimulai tanpa adanya suatu peringatan yang jelas sebelumnya (previous and explicit warning), baik dalam bentuk pernyataan perang (declaration of war) beserta alasannya, atau suatu ultimatum perang yang bersyarat (ultimatum with conditional declaration of war). Jadi, kejujuran yang dimaksud disini adalah kejujuran bagi pelaku perang dalam mengidentifikasi permulaan perang itu sendiri dan tujuan pelaksanaan perang itu sendiri. Nah dalam kasus Gaza kemarin..siapa yang mulai perang? Apa tujuan perang? Apakah ingin mempertahankan wilayah? Atau untuk memenangi hati rakyatnya yang pada saat itu akan melaksanakan pemilu di negaranya? Mana yang sah alasan permulaan perang itu? Mempertahankan wilayah atau komoditas politik pemilu negaranya? (Hayoo coba diingat siapa yang terpojok oleh warga negaranya dalam hal pemilu awal tahun ini??)

Oke..kita lihat 3 prinsip hukum Humaniter tersebut diatas…menurut kalian, perang Gaza melanggar Hukum Humaniter tidak??

b. Hukum HAM

Hukum HAM dan Hukum Humaniter adalah saudara kandung yang sulit dipisahkan. Dalam definisi dan penjabarannya itu sendiri, Hukum HAM memiliki definisi yang luas. Namun saya hanya ingin menyoroti 2 asas utama dalam prinsip HAM universal yang diakui dalam Pasal 3 Universal Declaration of Human Rights 1948, yaitu hak untuk hidup, bebas, hak untuk mendapatkan rasa aman..

Dimana hak kehidupan ketika bom fosfor putih digunakan? Dimana kebebasan ketika anak anak dipisah dengan orang tuanya dan wanita diperkosa oleh para tentara?, dan dimana rasa aman ketika tentara Israel menghancurkan bangunan PBB yang merupakan zona bebas dan membunuhi warga sipil yang berlindung di dalamnya?

Jadi..menurut kalian, perang Gaza melanggar hukum HAM tidak??

3. Mahkamah Pidana Internasional

Saya sangat gembira dengan laporan yang dibuat oleh Richard Goldstone, karena saya memandang ini adalah bentuk pertanggung jawaban PBB sebagai institusi dunia yang pada awal tahun 2009 yang lalu HANYA DIAM saja terhadap kasus Gaza tersebut. Di dalam laporan itu Goldstone juga menyerukan agar DK PBB melanjutkan masalah kasus Gaza ke dalam Jurisdiksi Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag. Lebih lanjut lagi, awal minggu ini Dewan HAM PBB dengan persebaran suara 25 negara mendukung, 6 negara menolak, dan 11 negara abstain telah menerima laporan Goldstone tersebut dan mengamanatkan Israel dan Hamas untuk melakukan investigasi yang mendalam selama 6 bulan kedepan untuk menyelidiki adanya unsur pelanggaran kemanusiaan berat dalam kasus Gaza tersebut.

Nah disinilah bagian yang menarik perhatian saya, laporan ini apabila kita hubungkan dengan Statuta Roma, maka apabila dalam 6 bulan ternyata baik Hamas dan Israel tidak melakukan investigasi secara sungguh sungguh..maka secara otomatis Pasal 17 ayat 2 Statuta Roma akan berlaku dan Mahkamah Pidana Internasional dapat mengambil alih kasus tersebut kedalam jurisdiksinya. Oleh karena itu…saya katakan… Bravo terhadap Goldstone dan Dewan HAM PBB!!!🙂

(Meskipun di dalam perkembangan kedepannya, pendekatan politis masih bisa terjadi, tetapi setidaknya sudah ada keberanian untuk menyatakan bahwa kasus Gaza adalah PELANGGARAN KEMANUSIAAN dan diakui oleh 25 negara di dunia!!!!)

2 bulan yang lalu saya membuat karya tulis dengan judul “Statuta Roma – Mahkamah Pidana Internasional: Analisa Kualitatif Atas Kemungkinan Keikutsertaan Indonesia”, dimana di dalamnya ada 12 variable yang saya uji dalam memutuskan apakah Indonesia perlu meratifikasi Statuta Roma atau tidak. Salah satu variebel yang menjadi pokok perhatian saya adalah, belum ikut sertanya Israel dalam Statuta Roma tersebut dan besarnya perlindungan yang diberikan negara2 besar terhadap Israel dalam beberapa konflik kemanusiaan di dunia.

Dalam kaitan ini, saya mengajak teman teman semua untuk memperhatikan 2 hal:

1. Perkembangan kasus Gaza dengan berbagai ilustrasi yang sudah dijabarkan diatas.

2. Lahirnya Rencana Aksi Nasional HAM (RANHAM) ke III Indonesia sebagai lanjutan RANHAM II yang telah berakhir bulan Mei yang lalu…

Semoga dunia bisa menjadi lebih baik…

-FJM-

About FJM

I am an eternal learner. Learn by reading and writing. It helps to make piece of information that I just learned linger in my head. That's good I also want to share my knowledge. Be it the simplest information, or even trivial. I have two sites, this one which I will mostly write in Indonesian and www.fjmurdiansyah.com which I am practicing to write in English. I hope we all could share ... anything.
This entry was posted in Political Issues and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Kasus Gaza dan Mahkamah Pidana Internasional

  1. andri says:

    kalau kita bicara tentang pengaplikasian HAM, memang tidak akan ada habisnya, karena HAM memiliki banyak peraturan yang baru bisa dikatakan memiliki hasil yang baik manakala semua peraturan HAM tersebut berhasil diterapkan. keinginan yang idealis tersebut berbanding terbalik dengan kenyataan bahwa untuk menerapkan semua peraturan HAM tersebut ditemukan banyak sekali hambatan baik dari negara itu sendiri maupun dari negara-negara di dunia. apalagi, jika sudah berhubungan dengan kepentibngan politik suatu negara. maka kemungkinan besar hal-hal yang bersifat HAM tidak selalu menjadi pertimbangan utama. kalau kita kaitkan dengan “perang”, sudah pasti ada banyak sekali HAM yang dilanggar. hak untyuk hidup, tempat tinggal yang layak, hak untuk rasa aman, mungkin hanyalah sebagian kecil dari banyaknya pelanggaran HAM dalam sebuah peperangan. kalau hukum nasional sebuah negara yang sudah ada unsur kepentingan politiknya, maka penegakan HAM akan berjalan lambat. sedang kan kaidah2 hukum internasional pun (misal, deklarasi HAM) tidak selalu bisa digunakan untuk memaksa setiap negara patuh pada HAM dikarenakan negara memiliki “sovereignity” untuk memilih menerapkan atau tidak menerapkan yang berarti tidak ada unsur legal enforcement dalam menjalankannya. oleh karena itu ada baiknya untuk memberikan perhatian pada usaha pencegahan hal-hal yang dapat menimbulkan pelanggaran HAM (misal: mencegah perang) melalui proses negosiasi untuk mendapatkan solusi bagi pihak yang bertikai. good article bro!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s