Pasang Surut Hubungan AS-Israel


Note: tulisan merupakan tulisan Mustafa Abd. Rahman yang dimuat pada harian kompas, tanggal 4 April 2010. Tulisan dimuat di dalam blog ini untuk memberikan “warna” di dalam perspektif melihat hubungan AS-Israel.. Enjoy!
______________________________

Krisis hubungan Amerika Serikat-Israel terakhir ini terkait isu pembangunan permukiman Yahudi di Jerusalem Timur sesungguhnya bukan hal yang pertama kali terjadi. AS dan Israel sebenarnya sudah terlibat ketegangan hubungan sejak berdirinya negara Israel pada tahun 1948.

Ketegangan hubungan akibat isu permukiman Yahudi selama setahun terakhir ini, yakni sejak Barack Obama memangku jabatan presiden AS pada awal tahun 2009, hanyalah rangkaian panjang dari perbedaan pendapat kedua negara yang selalu mengklaim bersahabat itu. 

Krisis pertama ketika negara Israel diproklamirkan pada tahun 1948, Presiden AS saat itu, Harry S Truman, meminta negara Israel agar menjadi negara demokratis yang menghimpun semua warganya, baik dari kalangan Yahudi maupun Arab. Adapun pendiri negara Israel, David Ben Gurion, lebih cenderung mendirikan negara baru tersebut menjadi negara Yahudi. Namun, Ben Gurion saat itu akhirnya menuruti permintaan AS.

Krisis kedua terjadi ketika pecah serangan militer segitiga Israel, Perancis, dan Inggris ke Terusan Suez, Mesir, pada tahun 1956, menyusul keputusan Presiden Mesir saat itu, Gamal Abdel Nasser, menasionalisasi terusan yang ramai dilalui kapal-kapal internasional tersebut.

Presiden AS saat itu, Dwight D Eisenhower, meminta Perdana Menteri (PM) Israel David Ben Gurion segera menarik pasukan Israel dari Gurun Sinai dan Terusan Suez.

Tak ada pilihan bagi Ben Gurion saat itu kecuali memenuhi permintaan Presiden AS Eisenhower tersebut, yakni menarik pasukan Israel dari wilayah Gurun Sinai.

Krisis ketiga, perbedaan pendapat terjadi ketika Presiden AS John F Kennedy meminta PM Ben Gurion menghentikan program senjata nuklir Israel.

Surat Kennedy

Pada pertengahan Februari 1961, Kennedy menulis surat kepada Ben Gurion yang meminta agar instalasi nuklir Israel di Demona berada di bawah pengawasan IAEA (lembaga tenaga atom internasional) yang bermarkas di Vienna, Austria.

Ben Gurion saat itu terkejut menerima surat Kennedy itu dan menolak permintaannya. Ben Gurion yang merupakan salah satu arsitek program nuklir Israel berambisi bahwa senjata nuklir Israel adalah sebagai penangkal pemungkas menghadapi serangan militer bangsa Arab yang dianggap mengancam eksistensi negara Israel.

Ben Gurion pun berangkat ke New York untuk bertemu Kennedy, membahas masalah kebutuhan Israel terhadap program senjata nuklir itu. Ben Gurion dan Kennedy terlibat diskusi panjang, hingga akhirnya dicapai jalan tengah, yakni AS (IAEA) akan mengirim tim inspeksi khusus untuk mengawasi program nuklir Israel itu.

Meski dicapai jalan tengah, Ben Gurion tetap kecewa karena dianggap pintu terkuaknya program senjata nuklir Israel yang sesungguhnya.

Ben Gurion kemudian melobi AIPAC (lobi Yahudi di AS) untuk terus mendekati Kennedy agar mengurungkan niatnya mengirim tim inspeksi AS ke instalasi nuklir Israel. AIPAC saat itu berjanji kepada Kennedy akan menyandang dana kampanye Kennedy guna memenangi pemilu presiden untuk jabatan periode kedua jika memenuhi permintaan Ben Gurion.

Terbunuhnya Kennedy

Namun, Kennedy tetap menolak permintaan AIPAC itu dan bersikeras mengirim tim inspeksi AS dalam kurun waktu dua bulan. Setelah melakukan inspeksi, tim AS itu melapor kepada Kennedy bahwa tidak ada bukti kalau Israel akan membuat senjata nuklir. Namun, kemudian terbongkar bahwa diduga ada konspirasi antara (agen rahasia Israel) Mossad dan (agen rahasia AS) CIA untuk mengelabui Kennedy tentang program nuklir Israel saat itu. Bahkan, tertembak matinya Presiden Kennedy di Dallas, Texas, diduga ada keterlibatan Mossad lantaran sikap Kennedy yang menentang keras program nuklir Israel.

Obsesi Israel tercapai ketika Presiden AS berikutnya, Lyndon B Johnson, menunjukkan sikap kerja samanya yang luar biasa. Presiden B Johnson tidak hanya menolak mengutak-atik program nuklir Israel, melainkan juga bersedia membantu Israel sepenuhnya dalam perang Arab-Israel pada tahun 1967 yang dimenangi Irael secara telak. Israel berhasil menduduki Gurun Sinai, Dataran Tinggi Golan, Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Jerusalem Timur.

Puncak keberhasilan Israel dalam perang tersebut berkat adanya kerja sama intelijen AS-Israel secara penuh saat itu. Presiden B Johnson saat itu juga mengirim 1.000 pilot tempur AS berdarah Yahudi untuk ikut bertempur dalam perang itu.

Krisis keempat terjadi ketika Israel semula menolak ikut serta dalam konferensi damai di kota Madrid pada 1991. Lobi Menteri Luar Negeri AS saat itu, James Baker, terhadap PM Israel Yitzhak Shamir dalam kunjungan ulang-alik ke Israel mengalami kegagalan. Adapun AS saat itu sudah telanjur memberi janji kompensasi kepada pemimpin Arab bahwa proses perdamaian Timur Tengah harus bergulir pasca-hengkangnya pasukan Irak dari Kuwait, dengan imbalan dunia Arab mendukung AS dalam upaya mengusir Irak dari Kuwait. Akhirnya, Presiden AS George Bush saat itu mengancam akan membekukan kredit untuk Israel sebanyak 10 miliar dollar AS jika tetap menolak berangkat ke forum konferensi Madrid. Ancaman AS tersebut memaksa PM Israel saat itu, Yitzhak Shamir, berangkat ke Madrid.

Krisis kelima ketika Presiden AS Bill Clinton berbeda pendapat dengan pemerintahan Netanyahu pertama pada akhir tahun 1990-an soal taktik perdamaian. Perbedaan pendapat membawa ambruknya pemerintahan Netanyahu pada tahun 1999.

(Menarik bukan…? -FJM)

About FJM

I am an eternal learner. Learn by reading and writing. It helps to make piece of information that I just learned linger in my head. That's good I also want to share my knowledge. Be it the simplest information, or even trivial. I have two sites, this one which I will mostly write in Indonesian and www.fjmurdiansyah.com which I am practicing to write in English. I hope we all could share ... anything.
This entry was posted in Political Issues. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s