[aku] dan Lambang Garuda


Di tengah hiruk pikuknya demam Piala Dunia tahun 2014 ini saya teringat beberapa tahun silam pada bulan Desember 2010: Timnas Indonesia berhasil mecetak gol pertama atas Timnas Malaysia dengan tendangan Christian Gonzales setelah menerima umpan dari Firman Utina.

Rasa-rasanya saya masih ingat betul betapa emosionalnya momen tersebut bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Terlebih ketika menyaksikan bagaimana Christian Gonzales merayakan gol perdana nya tersebut dengan berlari menuju arah penonton dan kemudian menarik seragam kiri atasnya dan mencium lambang Garuda pada seragam tersebut.

Namun ternyata tindakan mencium lambang Garuda tersebut memicu gugatan warga yang dilakukan oleh David ML Tobing yang di daftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Alasannya sederhana: penggunaan lambang Garuda pada seragam Timnas melanggar ketentuan UU No 24 tahun 2009 mengenai Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan (“UU”). Hal ini dilandaskan pada argumen bahwa terdapat pasal-pasal di dalam UU tersebut yang mengatur/membatasi penggunaan Lambang Negara. Bahkan berselang 1 tahun kemudian, pada bulan yang sama, Desember 2011, empat pemohon (FKHK, Ryan Muhammad, Erwin Agustian dan Eko Santoso) mengajukan permohonan pengujian UU terhadap UUD 1945 kepada Mahkamah Konstitusi.

Saya kebetulan teringat kasus ini karena malam ini baru saja saya menyaksikan siaran ulang pertandingan bola antara Italia-Uruguay yang kontroversial itu (aksi Gigit2…aumm) sembari mengenakan jersey Timnas yang ada lambang Garuda nya.

Sebetulnya boleh tidak ya saya menggunakan jersey berlambang Garuda ini? Apakah tindakan saya ini melanggar UU?

Untuk mengetahui ‘status hukum’ penggunaan jersey ini, mungkin ada baiknya saya merujuk kembali kepada Putusan MK No. 4/PUU-X/2012 sebagai putusan yang mengadili perkara konstitusi yang diajukan oleh 4 pemohon tersebut diatas.

Permohonan

Yaa kira-kira para Pemohon memohon kepada Majelis Hakim Konstitusi untuk memeriksa dan memutus uji materiil sebagai berikut:

  1. Pasal 57 huruf c UU bertentangan dengan pasal 28C ayat (2) UUD 1945;
  2. Pasal 57 huruf d UU bertentangan dengan pasal 28I ayat (2) dan pasal 32 ayat (1) UUD 1945;
  3. Ketentuan pidana pasal 69 UU memuat norma kriminalisasi berlebihan karena tidak mempertimbangkan rasa nasionalisme.

 

Pasal – Pasal UU yang Diuji

Adapun pasal-pasal UU yang dimohon kan pada saat itu adalah sebagai berikut:

Pasal 57

Setiap orang dilarang:

c. membuat lambang untuk perseorangan, partai politik, perkumpulan, organisasi dan/atau perusahaan yang sama atau menyerupai Lambang Negara; dan

d. menggunakan Lambang Negara untuk keperluan selain yang diatur dalam Undang-Undang ini.

Pasal 69

Dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah), setiap orang yang:

c. dengan sengaja menggunakan Lambang Negara untuk keperluan selain yang diatur dalam Undang-Undang ini.

 

Pokok Permasalahan

Jadi sebenarnya menggunakan jersey Timnas yang ada lambang negaranya ini melanggar hukum apa tidak sih?

Putusan MK No. 4/PUU-X/2012

Sebenarnya masalah penggunaan jersey Timnas ini sudah selesai ketika MK mengeluarkan Putusan MK No. 4/PUU-X/2012 pada tahun 2012 silam.

Dalam putusannya MK menyampaikan beberapa hal pokok sebagai berikut:

Hak Menggunakan Lambang Negara

  1. Tanda dalam perspektif ilmu tanda (semiotik) adalah sesuatu yang mewakili sesuatu. Secara umum terdapat tiga bentuk hubungan antara penanda (signifier) dengan petanda (signified) yaitu ikon, indeks, dan simbol. (a) Ikon adalah sesuatu yang dipiih menjadi penanda karena keserupaan bentuknya dengan objek yang diwakili. (b) Indeks adalah sesuatu yang dipiih menjadi penanda karena mengisyaratkan objek yang diwakilinya; sedangkan (c) simbol adalah penanda yang dipilih karena disepakati secara konvensional atau lazim dipergunakan oleh masyarakat untuk mewakili objek tertentu.
  1. Negara Indonesia sebagai suatu kompleks suku bangsa, nilai dan perilaku; atau sebagai kompleks fisik/benda/alam dan budaya, mutlak memerlukan sebuah penanda untuk menyebut secara ringkas/mudah keberadaan kompleks suku bangsa, nilai dan perilaku dimaksud. Tanda yang dipergunakan untuk mewakili Negara Indonesia, dengan demikian haruslah mencerminkan kompleksitas yang dikandung oleh Indonesia.
  1. Burung Garuda Pancasila bukan sebuah ikon karena tidak memiliki kemiripan/keserupaan secara langsung dengan konsep Negara Indonesia. Garuda Pancasila dipilih mewakili bangsa-negara Indonesia berdasarkan kesepakatan rakyat Indonesia. Tanda yang muncul dari kesepakatan bersama ini lebih tepat disebut sebagai simbol, atau salah satu variannya, yaitu lambang.
  1. Lambang mewakili keseluruhan negara-bangsa Indonesia, sehingga individu Warga Negara Indonesia sebagai bagian dari negara-bangsa Indonesia tersebut, memiliki hak untuk mempergunakan lambang negara atau identitas lain dari negara, maupun mempergunakan bentuk-bentuk identitas lainnya secara terpisah maupun secara bersama-sama. Berdampingan dengan hak warga negara tersebut, negara sebagai sebuah organ yang melaksanakan kedaulatan rakyat, sekaligus bagian dari negara-bangsa Indonesia, juga memiliki hak untuk menggunakan lambang negara serta identitas-identitas lain dari Negara-bangsa Indonesia, bahkan secara eksklusif.

Pasal 57 huruf c UU

  1. Pasal 57 huruf c UU tidak dimaksudkan untuk mengekang hak-hak warga negara di dalam menggunakan lambang negara. Penggunaan bentuk-bentuk yang sama atau mirip lambang negara sebagai lambang perseorangan, partai politik, perkumpulan,organisasi dan/atau perusahaan, memunculkan potensi kerugian bagi warganegara secara keseluruhan. Kemiripan atau kesamaan bentuk lambang antaranegara dengan perseorangan atau organisasi lain di luar negara akanmemunculkan anggapan bahwa negara dan pihak bukan negara memilikikemiripan atau kesamaan dalam berbagai hal, sehingga menimbulkan kerancuan.
  1. Tindakan (hukum) dari dua pihak yang memiliki lambang sama atau mirip, akan dianggap sama; dan citranya akan saling dipertukarkan.
  1. Masyarakat akan mengalami kebigungan/kerancuan dalam mengidentifikasi siapa (negara atau bukan) yang melakukan tindakan tertentu.
  1. Perbedaaan dalam bentuk dan penggunaan tersebut, memberi alasan konstitusional bagi negara untuk mengatur secara berbeda identitas tertentu yang dipilih menjadi lambang negara.
  1. Dalil para pemohon yang menyatakan terdapat perlakuan berbeda bukan merupakan persoalan konstitusionalitas, sehingga menurut Mahkamah dalil para pemohon tidak beralasan menurut hukum. [Permohonan ditolak].

Pasal 57 huruf d UU

a. Menimbang bahwa Pasal 57 huruf d UU menyatakan “Setiap orang dilarang: … d. menggunakan Lambang Negara untuk keperluan selain yang diatur dalam Undang-Undang ini”. Pasal tersebut harus dimaknai secara sistematisdengan merujuk pada Pasal 51 dan Pasal 52 UU 24/2009 yang menyatakan:

Pasal 51

“Lambang Negara wajib digunakan di:

-dalam gedung, kantor, atau ruang kelas satuan pendidikan;

-luar gedung atau kantor;

-lembaran negara, tambahan lembaran negara, berita negara, dan tambahan berita negara;

-paspor, ijazah, dan dokumen resmi yang diterbitkan pemerintah;

-uang logam dan uang kertas; atau

-materai.”

Pasal 52

“Lambang Negara dapat digunakan:

-sebagai cap atau kop surat jabatan;

-sebagai cap dinas untuk kantor;

-pada kertas bermaterai;

-pada surat dan lencana gelar pahlawan, tanda jasa, dan tanda kehormatan;

-sebagai lencana atau atribut pejabat negara, pejabat pemerintah atau warga

negara Indonesia yang sedang mengemban tugas negara di luar negeri;

-dalam penyelenggaraan peristiwa resmi;

-dalam buku dan majalah yang diterbitkan oleh Pemerintah;

-dalam buku kumpulan undang-undang; dan/atau

-di rumah warga negara Indonesia.”

b. Persandingan Pasal 57 huruf d, Pasal 51, dan Pasal 52 UU , menurut Mahkamah menunjukkan bahwa penggunaan lambang negara diwajibkan untuk keperluan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 51 dan diizinkan untuk keperluan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 52 tersebut, sedangkan penggunaan untuk keperluan selain itu secara tegas dilarang oleh Pasal 57 huruf d. Larangan tersebut diperkuat dengan ancaman pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 69 huruf c yang menyatakan, “Dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah), setiap orang yang: … c. dengan sengaja menggunakan Lambang Negara untuk keperluan selain yang diatur dalam Undang-Undang ini”.

c. Mahkamah berpendapat pembatasan penggunaan lambang negara merupakan bentuk pengekangan ekspresi dan apresiasi warga negara akan identitasnya sebagai warga negara. Pengekangan yang demikian dapat mengurangi rasa memiliki yang ada pada warga negara terhadap lambang negaranya, dan bukan tidak mungkin dalam derajat tertentu mengurangi kadar nasionalisme, yang tentunya justru berlawanan dengan maksud dibentuknya Undang-Undang a quo. Dengan demikian, Mahkamah berpendapat dalil para Pemohon mengenai pengujian konstitusionalitas Pasal 57 huruf d UU a quo beralasan menurut hukum. [Permohonan diterima]

Amar Putusan

  1. Pasal 57 huruf d UU bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat;
  2. Pasal 69 huruf c UU bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

So…udah lega khan bisa pakai jersey Timnas? Wah…sebentar lagi Nigeria-Argentina nih….siap-siap nonton dulu ah.

Oh iya, bagi yang mau melihat putusan MK lengkapnya ada di http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/putusan/putusan_sidang_4-PUU-X-2012_bendera%20lambang%20negara_telah%20baca%2015%20Jan%202013.pdf ya

Salam Hup Holland Hup😉

 

About FJM

I am an eternal learner. Learn by reading and writing. It helps to make piece of information that I just learned linger in my head. That's good I also want to share my knowledge. Be it the simplest information, or even trivial. I have two sites, this one which I will mostly write in Indonesian and www.fjmurdiansyah.com which I am practicing to write in English. I hope we all could share ... anything.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s