Kejahatan [Inter]nasional


Belakangan ini, banyak sekali berita yang memuat informasi bahwa pemerintah bangsa ini sering sekali melakukan kejahatan yang masuk ke dalam kategori kejahatan internasional.

Melakukan penahanan melebihi x hari, disebut kejahatan internasional. Ada nya gesekan antara aparat kepolisian dan sekelompok masyarakat ataupun ormas, juga disebut kejahatan internasional. Dan yang paling terkini, tuduhan makar, juga disebut sebagai kejahatan internasional.

Yang memprihatinkan adalah perkembangan bahwa saat ini pemerintah Indonesia tengah meng kampanyekan disiplin NKRI dan Negara Pancasila.

Memprihatinkan bukan dari segi kebijakan pemerintah yang diambil dan juga bukan dari segi prosedural yang dipilih pemerintah. Bukan. Saya tidak ingin mengarah kesana.

Memprihatinkan karena ini semua terjadi menuju persiapan pilpres 2019. Memprihatinkan karena bisa saja, tuduhan makar dan upaya pemerintah untuk melakukan kontrol sosial dan politik atas tuduhan tersebut sangat mungkin terjadi dalam perjalanan menuju pilpres 2019.

Kondisi yang bisa saja terjadi nanti pada skenario diatas: akan banyak orang berbicara mengenai tuduhan kejahatan internasional kepada pemerintah. Ini memprihatinkan, setidaknya bagi saya, karena alasan dibawah ini.

Saya rasa, publik sedikit kebablasan di dalam memahami apa itu kejahatan internasional. International Military Tribunal di Nuremberg pada tahun 1948 sesungguhnya sudah menterjemahkan apa yang dimaksud dengan kejahatan internasional. Dalam dokumen putusan nya, kejahatan internasional adalah:

‘such an act universally recognized as criminal, which is considered a grave matter of international concern and for some valid reason cannot be left within the exclusive jurisdiction of the State that would have control over it under ordinary circumstances’ (Hostages Trial, IMT Nuremberg, 19 February 1948)

Banyak elemen yang musti dipenuhi agar suatu kejahatan masuk kedalam kategori kejahatan internasional berdasarkan definisi diatas. Namun yang paling menarik adalah  elemen bahwa ‘ketika kejahatan tersebut tidak/sulit untuk diupayakan di dalam jurisdiksi nasional.

Contoh yang paling menarik, adalah kewenangan Presiden RI untuk menyatakan perang berdasarkan pasal 11 UUD 1945. Saya tidak akan membahas mengenai right to self defense ataupun law of the use of force disini. 

Namun sekiranya keputusan Presiden RI tersebut dipandang sebagai kejahatan aggresi (dan bisa saja terjadi), sangat kecil kemungkinan pengadilan nasional di Indonesia untuk mengadili kasus tersebut. Hal ini dikarenakan berbenturan dengan isu state sovereignty ataupun official immunity. Indonesia pun belum mengadopsi universal jurisdiction untuk mengadili kejahatan agresi.

 Intinya: kejahatan agresi sangat sulit untuk dpt diadili secara adil pada tingkat nasional dan dalam konteks Indonesia, perangkat hukum kita juga sangat tidak siap untuk mengadili kejahatan agresi. 

Salah satu pengadilan yang dapat mengadili kejahatan agresi adalah pengadilan internasional dalam hal ini Mahkamah Pidana Internasional / the International Criminal Court di Belanda. 

Berdasarkan definisi dan contoh hypothetical diatas, suatu kejahatan hanya dapat dikategorikan sebagai kejahatan internasional bila telah memenuhi SEMUA elemen termasuk  elemen ‘tidak dapat diadili di pengadilan nasional’.

Penahanan oleh aparat kepolisian melebihi x hari misalnya, terdapat forum nasional pra peradilan yang mungkin lebih tepat daripada mengkampanyekan untuk membawa isu tersebut kepada Mahkamah Internasional/Mahkamah Pidana Internasional/Komisi HAM PBB misalnya.

Akan sangat letih bangsa ini jika arus informasi banyak sekali dipenuhi dengan berita berita yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenaran nya.

Oleh karenanya saya cukupkan artikel singkat ini. Hanya untuk tukar pendapat atas apa yang saya pahami mengenai defisi ‘Kejahatan Internasional’. Coba sama-sama kita amati, kedepan, seberapa sering bangsa ini akan disibuk kan dengan isu ini.

Moga moga saya salah, namun jikapun terjadi, semoga kita bisa memberikan peran untuk sama sama memahami bahwa  tidak semua kejahatan merupakan kejahatan internasional dan untuk kasus kejahatan demikian, bangsa kita sudah memiliki forum nya pada tingkat nasional.

 

 

Advertisements

About FJM

I am an eternal learner. Learn by reading and writing. I have two sites, this one which I will mostly write in Indonesian and www.fjmurdiansyah.com which I wrote in English
This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s